JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso mulai mempercepat pelaksanaan sejumlah program setelah serapan anggaran hingga Juni 2026 baru mencapai sekitar 32 persen.
Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Dinas BSBK Bondowoso Ansori dalam rapat KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 bersama Komisi III DPRD Bondowoso, Senin (10/8/2026). Dalam rapat tersebut, Dinas BSBK diminta memaparkan progres pelaksanaan program sekaligus prognosis hingga akhir tahun.
Ansori mengatakan, serapan anggaran pada semester pertama masih relatif rendah karena sejumlah kegiatan masih berada dalam tahapan pengadaan barang dan jasa.
" Juni kemarin sudah kita sampaikan. Serapan anggarannya 32 persen, tapi di Juli dan Agustus sudah bergerak,” kata Ansori.
Menurut dia, proses pengadaan membutuhkan penyesuaian karena terjadi kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan pekerjaan. Kondisi tersebut turut memengaruhi waktu realisasi anggaran.
Namun, Ansori menegaskan rendahnya serapan hingga Juni bukan berarti program di Dinas BSBK mengalami keterlambatan.
" Bukan molor sebenarnya, terkait dengan proses pengadaan barang dan jasanya karena ada kenaikan harga. Tapi sekarang sudah terealisasi," ujarnya.
Setelah proses pengadaan selesai, sejumlah kegiatan mulai bergerak pada Juli dan Agustus. Percepatan pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan serapan anggaran secara signifikan pada semester kedua.
Dinas BSBK kini juga menyusun prognosis pelaksanaan anggaran hingga akhir 2026. Proyeksi tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat sejauh mana program dan anggaran dapat direalisasikan sampai penghujung tahun.
Ansori belum dapat memastikan angka akhir serapan anggaran karena sejumlah pekerjaan masih berjalan. Menurutnya, capaian akhir akan sangat bergantung pada progres kegiatan dalam beberapa bulan ke depan.
Selain mengejar pelaksanaan program, Dinas BSBK juga terus mengoptimalkan sumber pendapatan daerah yang menjadi kewenangannya.
" Target PAD tahun 2026 ditetapkan sekitar Rp500 juta, dengan sumber antara lain dari sewa alat berat, penggunaan laboratorium, serta pemanfaatan aset daerah, " Ungkapnya.
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi PAD Dinas BSBK pada tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp209 juta.
" Kami berusaha untuk mencapai target itu, walaupun nanti ending-nya seperti apa kita belum tahu karena masih berproses," pungkasnya. (Eko)