JATIMPOS.CO/TUBAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia meresmikan Fasilitas Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant yang berlokasi di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026). Peresmian yang didampingi jajaran pejabat tinggi SKK Migas ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan infrastruktur gas bumi nasional, penguatan ketahanan energi, serta percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Fasilitas mini LNG yang dibangun oleh PT Sumber Aneka Gas Tbk menelan biaya investasi Rp1,1 triliun. Kalkulasi investasi ini dapat mengolah gas bumi dengan kapasitas sebesar 15 MMSCFD yang berasal dari Lapangan Sumber 1-A yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java dengan jangka waktu pengaliran sampai dengan tahun 2036.
Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama SAG, Agustus Sani Nugroho di hadapan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat sesi sambutan di lokasi acara peresmian.
Sani panggilan akrabnya menjelaskan bahwa fasilitas ini mengolah gas bumi menjadi LNG. Kemampuan produksi maksimal 55.300 ton per tahun. Selain LNG juga menghasilkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) maksimal 9.800 ton per tahun dan Kondensat maksimal 19.600 barel Kondensat per tahun.
Dalam paparannya Sani juga menyebut bahwa tersedia fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) plant dengan kapasitas 6 MMSCFD. Produk LNG yang dihasilkan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga kawasan ke luar Pulau Jawa.
"Beroperasinya Fasilitas Mini LNG plant PT Sumber Aneka Gas ini, kami siap melangkah lebih jauh dan siap mendukung program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional, dan memperkuat ketahanan energi Indonesia, serta memastikan dan mendukung industri nasional bergerak maju dengan pasokan energi yang andal dan bersih," ujar Sani.
Selain memperkuat pasokan energi nasional, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui penyerapan sekitar 330 tenaga kerja selama tahap pembangunan hingga operasional. Kehadiran fasilitas mini LNG plant ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan aktivitas industri, serta memperkuat ekosistem energi nasional.
Di tempat yang sama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat sambutan mengatakan fasilitas pengolahan gas Mini LNG Tuban menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik dan memperkuat ketahanan energi nasional. Bahlil menghitung keberadaan fasilitas mini LNG dapat membantu sektor industri mendapatkan kepastian pasokan energi. Terutama kawasan industri di Jawa Barat dan sekitarnya.
“Ini sangat membantu industri dalam rangka memberikan kepastian terhadap bahan baku energi. Ketika pasokan gas pipa berkurang, LNG menjadi salah satu solusi untuk menjaga kebutuhan industri tetap terpenuhi,” katanya.
Lebih dari itu ia menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. Ia merinci bahwa kebutuhan LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya berkisar 1,8 hingga 2 juta ton. Artinya, kata Bahlil, tingginya impor LPG berdampak pada keluarnya devisa negara dalam jumlah besar. Dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 70 dolar AS per barel, maka devisa yang keluar diperkirakan mencapai Rp120 triliun per tahun.
Angka itu dapat meningkat hingga sekitar Rp150 triliun ketika harga ICP berada di atas 90 dolar AS per barel. Belum lagi menanggung subsidi LPG yang nilainya mencapai Rp80 triliun hingga Rp90 triliun per tahun.
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa begitu besar ketergantungan kita kepada impor, khususnya di sektor LPG,” kata Bahlil.
Bahlil menjelaskan, tingginya impor LPG berdampak pada keluarnya devisa negara dalam jumlah besar. Dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 70 dolar AS per barel, devisa yang keluar diperkirakan mencapai Rp120 triliun per tahun. Angka itu dapat meningkat hingga sekitar Rp150 triliun ketika harga ICP berada di atas 90 dolar AS per barel.
Lebih lanjut Ketua Umum Golkar ini menekankan tentang sumur minyak yang dikelola oleh masyarakat. Sepanjang prosedur dan tidak melawan hukum, Bahlil akan menjamin investasi berjalan sesuai arahan pemerintah pusat.
Sebagaimana diketahui PT Super Energy Tbk. melalui anak usahanya, memulai perjalanannya sebagai perusahaan distribusi gas alam di Jawa Timur pada tahun 2012. Seiring perkembangan usaha, PT Super Energy Tbk memperluas jaringan distribusinya ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta memperluas cakupan bisnis ke sektor pengolahan gas suar (flare gas) pada tahun 2016 dengan menghasilkan produk LPG dan Kondensat. Pertumbuhan yang berkelanjutan tersebut mengantarkan PT Super Energy Tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018.
Berangkat dari fondasi tersebut, SAG dibentuk untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi LNG sebagai solusi distribusi energi yang lebih luas dan efisien. Kehadiran fasilitas LNG SAG ini memungkinkan gas bumi domestik didistribusikan ke berbagai sektor industri, termasuk kawasan-kawasan yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas konvensional maupun compressed natural gas (CNG), sehingga membuka akses energi yang lebih merata bagi pelaku industri di berbagai wilayah Indonesia. (min)