JATIMPOS.CO/KOTA MALANG- Topeng panji “Dewi Ragil Kuning” yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim di Taman Krida Budaya (TKB) Kota Malang, Sabtu (21/2/2026) menyedot ratusan penonton Gen Z.

Tingginya minat Gen Z menonton topeng panji mematahkan stigma seni tradisi sepi peminat. Keesokan harinya saat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi seniman di Taman Krida Budaya (22/2/2026), ia memuji topeng panji yang diminati generasi muda.

“Animo masyarakat terutama generasi muda Malang terhadap Topeng Panji masih sangat tinggi. Drama Topeng Panji yang digelar beberapa waktu lalu mampu menyedot sekitar 2.000 penonton. Fakta ini menjadi penegas bahwa budaya tradisional tetap memiliki ruang di tengah arus modernisasi,” kata Gubernur Khofifah.

“Artinya, napas budaya untuk bisa melestarikan seluruh wisdom dari proses transformasi budaya tetap bisa kita lakukan di tengah proses transformasi digital IT yang luar biasa,” tambahnya.

Pada pembukaan kegiatan Topeng panji “Dewi Ragil Kuning” di Taman Krida Budaya Kota Malang (22/2/2026), Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim, Sadari menyampaikan apresiasi atas tingginya animo masyarakat terhadap pertunjukan Topeng Panji yang merupakan warisan budaya khas Malang tersebut.

“Kami sangat berterima kasih dan bangga kepada tamu undangan serta penonton yang luar biasa malam ini. Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur mengapresiasi digelarnya Tari Topeng Malang yang merupakan warisan budaya yang perlu terus dilestarikan,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini terdapat anggapan bahwa seni tradisi, khususnya pertunjukan berbasis cerita klasik seperti Topeng Panji, kurang diminati generasi muda. Namun, antusiasme penonton pada malam itu membuktikan sebaliknya.

“Teori yang mengatakan seni tradisi kurang diminati seolah gugur malam ini. Saat saya melihat antusiasme penonton, ternyata penikmatnya luar biasa,” imbuhnya dengan nada bahagia.

Topeng Malangan “Dewi Ragil Kuning” adalah salah satu karakter topeng dalam kesenian Wayang Topeng Gaya Malang (Topeng Malangan) yang melambangkan sosok putri kerajaan yang cantik, lembut, namun pemberani. Ia merupakan tokoh sentral dalam kisah-kisah Panji, khususnya sebagai adik dari Raden Panji Asmorobangun dan istri dari Raden Gunung Sari.

Topeng Dewi Ragil Kuning digambarkan dengan warna kuning, yang melambangkan kemuliaan, kecantikan, dan kesucian. Ekspresi wajahnya lembut namun memancarkan keberanian, yang terlihat dari bentuk bagian jamang (hiasan kepala) pada topengnya.

Dewi Ragil Kuning adalah simbol kesetiaan dan pengabdian perempuan. Ia sering diceritakan sebagai sosok yang setia kepada pasangannya, Raden Gunung Sari, meskipun banyak raja lain yang ingin melamarnya. (yn)