JATIMPOS.CO/JOMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, transparan, dan taat hukum. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang, Dyah Ambarwati, S.H., M.H., saat hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan "Penguatan Literasi Hukum Bagi Kepala Sekolah SMA dan SMK Negeri/Swasta Se-Kabupaten Jombang", Rabu (9/9/2026).
Acara yang berlangsung di Aula EDOTEL SMK Negeri 1 Jombang ini diinisiasi sebagai wujud nyata kepedulian Kejaksaan terhadap dunia pendidikan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (Binmatkum).
Dalam penyampaian materinya, Dyah Ambarwati menekankan pentingnya pemahaman dan literasi hukum yang kuat bagi para pimpinan lembaga pendidikan. Menurutnya, sebagai pemegang kebijakan tertinggi di tingkat sekolah, seorang kepala sekolah dituntut untuk memahami rambu-rambu hukum yang berlaku.
"Kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan dana pendidikan, administrasi sekolah, hingga perlindungan terhadap anak didik dan tenaga pendidik. Melalui penguatan literasi hukum ini, kami berharap para kepala sekolah di Kabupaten Jombang dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan amanah serta transparan, sekaligus menghindarkan sekolah dari potensi penyimpangan," ujar Dyah Ambarwati.
Langkah preventif ini sejalan dengan slogan Kejaksaan: "Kenali Hukum, Jauhkan Hukuman".
Kehadiran korps Adhyaksa ini disambut sangat baik oleh pihak sekolah. Kepala SMKN 1 Jombang yang bertindak sebagai tuan rumah menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Kejari Jombang yang bersedia turun langsung merangkul ekosistem pendidikan.
"Kami selaku pihak sekolah dan mewakili rekan-rekan kepala SMA/SMK se-Kabupaten Jombang merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Literasi hukum seperti ini memberikan kami rasa aman dan kepastian dalam mengambil kebijakan, terutama dalam pengelolaan tata kelola administrasi dan anggaran pendidikan agar tetap berjalan di koridor yang benar dan akuntabel," ungkap Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, S.Pd., M.M di sela-sela acara.
Acara tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang dinamis. Para kepala sekolah yang hadir memanfaatkan momen berharga ini untuk berkonsultasi mengenai berbagai tantangan hukum di lapangan guna mewujudkan manajemen sekolah yang berintegritas. (her)