JATIMPOS.CO/SIDOARJO – Komisi A DPRD Sidoarjo Selasa (17/1) sore tadi menerima puluhan orang yang mengaku menjadi korban PT SIPOA. Mereka menginginkan dewan legislatif untuk memfasilitasi pihaknya agar ada titik temu dan uang mereka bisa dikembalikan.

“Kalau ditotal semua korban, kerugiannya perkiraan Rp 800 miliar. Sementara dari para pembeli yang tergabung dalam kelompok ini saja ada sebanyak 600 orang dengan nilai kerugian sekitar Rp 60 miliar,” ujar Tjandrawati Prajitno saat dikonfirmasi.

Selain itu, mereka menyampaikan sejumlah kejanggalan yang terjadi terkait jual-beli properti yang ada di Tambak Oso Kecamatan Waru tersebut. Bukti transfer pembayaran dan sejumlah bukti lain juga dibeberkan oleh para korban di hadapan para anggota Komisi A.

“Kami berharap, anggota DPRD Sidoarjo bisa membantu kami. Memfasilitasi agar persoalan ini segera selesai, karena kami juga sudah capek, bertahun-tahun tidak kunjung ada kejelasan terkait permasalahan ini,” tutur Siok, akrab Tjandrawati Prajitno disapa.

Intinya, mereka meminta dewan menjembatani para korban dengan pihak SIPOA GRUP dan instansi terkait. Supaya persoalan segera selesai dan uang mereka bisa segera kembali.

Para korban itu sepertinya sudah tidak lagi berharap properti Sipoa. Mereka seolah yakin bahwa proyek pembangunan properti tersebut tidak bakal terealisasi, meski para pembeli yang jumlahnya ada ribuan orang sudah membayar.

Makanya, mereka memilih untuk berjuang agar uang dikembalikan. Dan jika tak kunjung ada penyelesaikan, para korban ini mengaku akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Melapor pidana karena mereka merasa sudah menjadi korban penipuan.

Di depan para anggota dewan, para korban Sipoa juga sempat mempertanyakan persoalan perizinan terkait perusahaan properti tersebut. Khususnya perizinan pembangunan properti seperti yang dijanjikan kepada para konsumen.

“Perizinannya bagaimana juga sejauh ini kami tidak tahu. Mungkin bapak-bapak anggota dewan bisa melacaknya. Setahu kami, di lokasi juga tanahnya sengketa. Malah sempat dipakai dragrace,” terangnya.

Bahkan gara-gara menyebut lahan itu sengketa, Siok, sampai disomasi dari berurusan di Polresta Sidoarjo. Dia dan teman-temannya sempat beberapa kali menjalani pemeriksaan di Polresta Sidoarjo terkait itu.

Komisi A DPRD Sidoarjo berjanji akan memfasilitasi para korban Sipoa. Setelah pertemuan ini, dewan akan mengundang PT Sipoa dan semua instansi untuk berbicara bersama di DPRD Sidoarjo.

“Intinya, mereka ini pengen uangnya kembali. Tapi sementara ini kan kita baru dengar dari satu pihak, makanya kita akan mempertemuan semua pihak. Para korban, dari pihak perusahaan, dan semua instansi terkait,” kata Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Dhamroni Khudlori.

Melalui pertemuan itu diharapkan bisa terurai persoalannya, lalu dicari solusinya. Termasuk keinginan para korban untuk bisa mendapatkan uangnya kembali. (zal)

TERPOPULER

  • Minggu Ini

  • Bulan Ini

  • Semua