JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Sebanyak 36 anak di Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, mengikuti khitan massal modern dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Khitan dilakukan menggunakan metode Thermoseal yang disebut menawarkan proses lebih nyaman bagi anak.
Kegiatan yang digelar di Kecamatan Wringin tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i. Kegiatan turut dihadiri Camat Wringin Misyono, jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Kementerian Sosial RI melalui Sentra Mahatmiya Bali, Dinas Sosial P3AKB, tenaga kesehatan dari Klinik Al Fatih, serta orang tua dan peserta khitan.
Metode Thermoseal menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Berbeda dengan metode khitan konvensional, metode ini ditawarkan dengan proses tanpa suntik, tanpa jahit, dan tanpa perban, sehingga anak diharapkan dapat menjalani proses khitan dengan lebih nyaman serta kembali beraktivitas dalam waktu relatif singkat.
Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i mengatakan, kegiatan khitan massal tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
"Khitan massal ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas kita kepada masyarakat. Selain menjadi bagian dari syariat Islam, khitan juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan dan kebersihan anak-anak," ujar As'ad, Selasa (28/7/2026).
Menurut dia, momentum Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bahwa anak memiliki hak untuk tumbuh sehat, mendapatkan pendidikan yang layak, memperoleh perlindungan, serta mendapatkan kasih sayang.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kata As'ad, berkomitmen menghadirkan program yang berpihak kepada anak dan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui semangat Bondowoso Berkah: Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik.
Ia berharap pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial dapat terus diperluas sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat hingga pelosok desa.
As'ad juga mengapresiasi kolaborasi Kementerian Sosial RI melalui Sentra Mahatmiya Bali, Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Wringin, Klinik Al Fatih, tenaga kesehatan, relawan, serta panitia yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Kepada anak-anak yang mengikuti khitan, jangan takut. Saya berdoa semoga seluruh proses berjalan lancar. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, berbakti kepada orang tua, serta menjadi kebanggaan agama, bangsa, dan Kabupaten Bondowoso," tuturnya.
Camat Wringin Misyono mengatakan, kegiatan khitan massal tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan layanan khitan bagi putra mereka.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Mahatmiya Bali yang telah memilih Kecamatan Wringin sebagai lokasi kegiatan ini. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi wujud sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang terlibat," kata Misyono.
Dia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak anak di wilayah lainnya.
Sementara itu, Direktur Klinik Al Fatih Bondowoso Gesit Wira mengatakan, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan khitan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Menurut dia, penggunaan metode Thermoseal menjadi salah satu upaya menghadirkan layanan khitan dengan pendekatan yang lebih modern.
"Klinik Al Fatih Bondowoso berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan khitan terbaik kepada masyarakat. Melalui metode Thermoseal, kami ingin menghadirkan layanan yang lebih nyaman, aman, dan modern sehingga anak-anak tidak lagi merasa takut untuk dikhitan," ujar Gesit.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, Kementerian Sosial RI, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak dapat terus berlanjut. Dengan demikian, semakin banyak anak yang dapat memperoleh akses pelayanan khitan yang aman dan nyaman.
Khitan massal tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial dalam peringatan HAN 2026 di Bondowoso. Selain aspek kesehatan, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.(Eko)