JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak langsung bagi siswa MTs At-Taqwa Bondowoso, terutama mereka yang berasal dari berbagai pondok pesantren. Kepala sekolah Ahmad Taufiqirrohman menyebut, program ini sangat membantu kebutuhan asupan harian siswa.
Ia mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir, seluruh siswa kelas VII hingga IX sudah menerima MBG secara rutin dari Dapur SPPG Kademangan 2 dengan Total siswa di MTs At-Taqwa mencapai 645 orang, dan jika ditambah guru serta karyawan, jumlah penerima manfaat menjadi 703 orang.
" Alhamdulillah kami merasa bersyukur dengan adanya MBG ini. Anak-anak semua terfasilitasi, dari kelas 7 sampai kelas 9," Katanya, Selasa (03/03/2026).
Menurutnya, sebagian besar siswa MTs At-Taqwa berasal dari luar sekolah karena tinggal di pondok pesantren. Di antaranya dari Pondok Pesantren Al-Hasana, Pondok Pesantren Nurul Burhan, Pondok Pesantren As-Sa'adah, serta sejumlah pesantren lainnya di Bondowoso.
Kondisi itu membuat tidak semua siswa sempat sarapan sebelum berangkat sekolah. Ada yang terkendala waktu, ada pula yang belum sempat menyiapkan makan pagi di pondok.
" Kalau dulu mungkin ada yang belum sempat sarapan dari pondok. Sekarang mereka lebih tenang karena di sekolah sudah ada makan bergizi gratis," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan perubahan yang cukup terasa di lingkungan sekolah. Sebelumnya, setiap pagi pos satpam dipenuhi titipan makanan dari orang tua. Kini, pemandangan itu hampir tidak ada lagi.
" Biasanya banyak makanan dititipkan di pos satpam. Sekarang sudah tidak ada lagi. Ini jelas mengurangi beban orang tua dan juga memudahkan kami di sekolah," Ungkapnya.
Distribusi MBG di sekolah tersebut disuplai dari dapur SPPG Kademangan 2. Pihak sekolah menilai pelayanan berjalan lancar dan menu yang diberikan bervariasi sehingga siswa tidak bosan.
Program ini juga tetap berjalan selama bulan Ramadan. Meski sempat ada kekhawatiran siswa membatalkan puasa karena menerima makanan di siang hari, pihak sekolah mengeluarkan surat imbauan kepada wali murid agar makanan dibawa pulang untuk berbuka.
" Kami khawatir anak-anak mokel. Maka kami surati wali murid supaya makanan tetap utuh dibawa pulang dan dimakan saat berbuka," ungkapnya.
Ke depan, pihak sekolah berharap program MBG terus berlanjut dengan kualitas yang terjaga.
" Menu yang disajikan sudah memenuhi standar dan setiap hari berganti. Anak-anak dan guru senang. Harapan kami program ini tetap konsisten karena sangat membantu, terutama bagi siswa kami yang dari berbagai pondok pesantren," pungkasnya.(Eko)
