JATIMPOS.CO/ KOTA PASURUAN – Suasana pagi di SDN Bangilan, Kota Pasuruan, tampak berbeda selama bulan Ramadan. Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa kelas 1 hingga kelas 4 berkumpul di ruang kelas untuk mengikuti kegiatan Pondok Ramadan yang digelar pada 9–12 Maret 2026.

Kegiatan diawali dengan sholat dhuha berjamaah yang diikuti siswa dan guru. Setelah itu, suasana belajar dibuat lebih santai melalui ice breaking sebelum memasuki sesi pembelajaran keagamaan.

Kepala UPT SDN Bangilan Engky Agus Pramudiantoro, S.Pd mengatakan Pondok Ramadan menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai keagamaan kepada siswa.

“Kami ingin anak-anak terbiasa menjalankan ibadah sekaligus memahami ajaran Islam sejak usia dini,” ujarnya.

Selanjutnya para siswa mengikuti doa pembuka belajar serta membaca doa sehari-hari atau Asmaul Husna. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an yang dipandu guru BTQ.

Guru BTQ Imamalin, S.Pd.I menyampaikan materi yang diberikan menyesuaikan tingkat kelas. Ia menjelaskan siswa kelas 1 dan 2 diperkenalkan pada dasar-dasar ibadah seperti thaharah dan sholat.

“Kami juga mengajak siswa membaca Asmaul Husna serta melatih kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap,” kata Imamalin.

Sementara itu bagi siswa kelas 3 dan 4, pembelajaran dilanjutkan dengan kajian fiqih yang membahas puasa, zakat, hingga sholat Idul Fitri. Materi tersebut disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami peserta didik.

Guru agama M. Khoirul Mmengatakan kegiatan Pondok Ramadan tidak hanya berisi materi ibadah. Menurutnya siswa juga mendapatkan pembelajaran tentang adab terhadap lingkungan dan kisah teladan tokoh-tokoh Islam.

“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat memahami nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan sikap disiplin dan saling menghormati dan cerita kisah nabi,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap Pondok Ramadan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa selama menjalani bulan suci Ramadan. (shl)