JATIMPOS.CO//SURABAYA - Rencana penataan ruang kebudayaan di Balai Pemuda oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menuai dukungan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari M. Isa Ansori, mantan Wakil Ketua Tim Transformasi Lembaga Kebudayaan Surabaya, yang menilai kebijakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem seni di Kota Pahlawan.

Isa menegaskan, kehadiran Dewan Kebudayaan Surabaya bukanlah upaya untuk menggusur atau meniadakan lembaga yang telah ada sebelumnya. Sebaliknya, menurut dia, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan tata kelola kebudayaan yang lebih tertib, terarah, dan berkelanjutan.

Ia mengakui, dinamika dan kegelisahan yang sempat muncul di kalangan pegiat seni merupakan hal yang wajar. Hal itu, kata Isa, justru mencerminkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan ruang-ruang kebudayaan di Surabaya. Namun demikian, ia menekankan pentingnya melihat kebijakan ini secara proporsional.

“Saya sampaikan secara jernih, tidak ada niat sedikit pun dari Wali Kota Surabaya untuk menggusur atau menegasikan lembaga yang telah ada. Justru pemerintah hadir untuk menata agar dukungan dapat tersalurkan secara tepat dan akuntabel sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Lebih lanjut, Isa menilai posisi Pemkot Surabaya sudah berada di jalur yang tepat. Ia menyebut Dewan Kebudayaan Surabaya berfungsi sebagai jembatan strategis yang menghubungkan berbagai elemen seni, tanpa harus menghapus identitas komunitas yang sudah eksis, seperti Dewan Kesenian maupun Bengkel Muda.

Menurutnya, semangat yang dibangun adalah kolaborasi tanpa peleburan dan sinergi tanpa penyeragaman. Dengan demikian, setiap komunitas tetap memiliki ruang untuk berkembang sesuai karakter masing-masing.

Isa berharap penataan Balai Pemuda dapat menjadikannya sebagai pusat aktivitas kebudayaan yang inklusif dan hidup. Ia juga mengajak seluruh pelaku seni untuk menjaga semangat kebersamaan khas Arek Suroboyo demi membangun kepercayaan dan merawat rumah besar kebudayaan Surabaya secara berkelanjutan.(fred)